Masyarakat Dan Potensi Bangsa

Advertisement
Your Ads Here
RajinMembaca.com - Indonesia merupakan bangsa yang penduduknya terbanyak keempat didunia setelah China, Amerika Serikat, dan India. Dewasa ini penduduk Indonesia sudah lebih dari 262juta jiwa atau sekitar 4% penduduk dunia tinggal di Indonesia. Jumlah penduduk besar merupakan sumber potensi bangsa. Selain itu, beberapa potensi bangsa Indonesia yang lain meliputi keberadaan kelompok ilmuan dan teknologi (ahli teknologi), keberadaan tokoh masyarakat , keberadaan TNI (Tentara Nasional Indonesia), serta keberadaan suku dan adat istiadat yang beragam. Semua ini merupakan sumberdaya masyarakat. Sumberdaya akan bermanfaat secara nasional kalau dipelihara, dibina, dan diarahkan untuk kepentingan bangsa.

Gadis Desa

Masyarakat Dan Potensi Bangsa
Potensi bangsa yang paling nyata adalah jumlah penduduk yang besar. Dengan jumlah penduduk yang begitu besar, bangsa Indonesia menyediakan tenaga kerja yang murah. Begitu juga, jumlah penduduk yang besar dapat membantu untuk pertahanan negara. Namun, jumlah penduduk yang besar ini baru menjadi potensi bangsa jika kualitas penduduknya ditingkatkan. Selain satu cara meningkatkan kualitas penduduk adalah dengan meningkatkan pendidikan masyarakat.
Penduduk Indonesia bertambah cukup tinggi dari tahun ketahun. Pada tahun 2017 ini, jumlah penduduk indonesia sekitar 262 juta jiwa, sedangkan pada tahun 1971 jumlah penduduk Indonesia hanya sebesar 119,2 juta jiwa. Pada sensus penduduk tahun 1980 jumlahnya menjadi 147,5 juta jiwa dan pada sensus penduduk pada tahun 1990, jumlahnya menjadi 179,3 juta jiwa.
Jika dikaji persentase pertambahan penduduk dari dua dekade, sebenarnya terjadi penurunan. Pada dekade 1971-1980, laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,32%, sedangkan pada dekade 1980-1990 sebesar 1,97%. penurunan ini disebabkan karena keberhasilan program kesehatan, keluarga berencana,  dan program pendidikan di Indonesia. Semakin banyak masyarakat terdidik semakin banyak pula masyarakat yang sadar kesehatan. Ini berarti terjadi perubahan struktur penduduk dengan peningkatan kelompok usia tua dan penurunan usia bayi.

Data angka kelahiran total menurun dari tahun ke tahun. Tahun 1971 angka kelahiran total sebesar 5,61 per wanita dan pada tahun 1980 dan 1990 berturut-turut menjadi 4,68 perwanita dan 3,33 per wanita. Angka terendah terjadi di Yogyakarta keadaan ini terjadi karena terjadinya kecenderungan peningkatan usia nikah wanita, yaitu pada tahun 1971 pada usia 21,1 tahun (di daerah perkotaan) dan 18,8 tahun (di daerah pedesaan) . Ini salah satu bukti keberhasilan program keluarga berencana. Selain besarnya jumlah penduduk Indonesia sebagai potensi bangsa, beberapa potensi bangsa yang lain adalah keragaman budaya bangsa, masyarakat perpendidikan, dan masyarakat yang religius, Keragaman budaya dapat dikemas sedemikian rupa supaya dapat dijadikan objek pariwisata. Latar belakang pendidikan masyarakat akan berpengaruh pada gaya dan cara hidup.
salah satu gaya dan cara hidup yang perlu dimasyarakatkan adalah gaya dan cara hidup sehat dan peduli lingkungan. Ini dapat dilakukan jika program-program hidup sehat dan peduli lingkungan masuk dalam kurikulum sekolah formal. Sikap dan perilaku santun satu sama lain dapat dikenalkan melalui pelaksaan ibadah agama masing-masing warga. Dengan demikian, karakteristik bangsa Indonesia yang memiliki budaya daerah dan religius merupakan potensi bangsa yang dapat membawa kepada kejayaan bangsa.

Peranan Masyarakat dalam mempersatukan Bangsa Dan Negara.
Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa yang tersebar di beberapa pulau di kepulauan Indonesia. Oleh karena itu masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang meltikultural. Keadaan ini dapat memperlemah semangat persatuan dan kesatuan kalau kita tidak hati-hati. Untunglah, pendiri bangsa ini sudah meletakkan dasar-dasar persatuan dan kesatuan melalui Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara.
Untuk meweujudkan semangat ini, tentu saja peran masyarakat sangat besar, hal ini nyata dan kecil yang dapat dilakukan adalah ditingakt desa, yaitu RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga)Oleh karena itu, peran ketua RT dan ketua RW sangat besar dalam menerapkan semangat persatuan dan kesatuan. Di suatu RT atau RW tentu terdiri dari beragam suku bangsa, agama, usia, dan tingkat pendidikan. Penerapannya dapat dilakukan melalui kegiatan kerja bakti, perayaan hari besar negara, perayaan hari besar agama, kegiatan posyandu, kegiatan PKK, rapat RT, atau rapat RW.
Misalnya, pada perayaan hari besar agama, seperti perayaan Idul Fitri bagi umat Islam dengan melakukan kegiatan halam bi halal (silaturahmi) dapat saja melibatkan masyarakat lain yang non muslim. Begitu juga, pada waktu kedukaan di mana ada salah satu anggota keluarga non muslim yang meninggal dunia. Masyarakat muslim tetap melakukan kunjungan dengan menunjukkan ikut belasungkawa pada keluarga yang ditinggalkannya. Dengan demikian, hal ini tentu perlu ada saling pengertian di antara mereka.
Pada bidang kesehatan ibu dan anak, biasanya perkumpulan Ibu-ibu menyelenggarakan pos pelayanan terpadu (Posyandu) untuk melayani kesehatan bayi dan ibu-ibu yang sedang hamil. Beragam kegiatan untuk kesehatan bayi dilakukan di posyandu. Kegiatan ini meliputi, penimbangan berat bayi, vaksinansi, pemberian makan sehat, dan termasuk pengobatan segera. Selain untuk kesehatan bayi, posyandu juga melayani konsultasi keluarga berencana.

Gadis Desa

Peranan Tokoh Masyarakat Dalam Menyelesaikan Masalah Di Lingkungannya
Di dalam kehidupan masyarakat biasanya tidak terlepas dari beberapa permasalahan sosial, seperti pencurian, perkelahian (tawuran antar kampung), musibah banjir, musibah kebakaran, atau meninggal dunia. Jika timbul masalah sosial seperti ini, sulit sekali hanya diselesaikan oleh satu dua orang atau satu keluarga. Penyelesaiannya perlu melibatkan anggota masyarakat di desa/kampung itu. Dengan demikian, untuk menggerakkan masyarakat biasanya peran tokoh masyarakat sangat penting.
Beberapa tokoh masyarakat yang ada di desa/kampung cukup beragam, seperti pemimpin agama, ketua RT, ketua RW, lurah, kepada desa, orang yang berpendidikan, kepala suku, ketua paguyuban, atau sultan. Mereka ini dapat menggerakkan masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan bersama.
Masalah pokok yang masih banyak belum disadari masyarakat adalah yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan. Kita dapat melihat beberapa sungai penuh dengan sampah, seperti di kota Jakarta, Surabaya, Medan, atau Makasar, Masyarakat banyak yang biasa membuang sampah ke sungai. Akibatnya sungai menjadi dangkal dan kita pun terancam bahaya banjir ketika musim hujan. Sungai tidak lagi mampu menerima limpahan air dari sekitarnya. Mengapa ini bisa terjadi? Hal ini disebabkan kesadaran orang membuang sampah pada tempatnya masih rendah. Sebenarnya, kesadaran untuk peduli lingkungan ini dapat dilakukan oleh tokoh masyarakat pada setiap kegiatan penting, seperti pada perayaan HUT RI, kegiatan desa/kampung, atau peringatan hari besar agama, seperti hari Idul Fitri, hari Natal, hari Galungan, atau hari Waisyak.

Dengan ini saya harapkan teman-teman di mamapun berada mampu menyadari akan pentingnya sosialisasi dan saling menghargai satu sama lain, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, pekerjaan dan dalam bermasyarakat sekalipun, mari kita junjung tinggi rasa kepedulian dan menghormati satu sama lain untuk menjadi manusia yang lebih baik.
Advertisement
Your Ads Here

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon