Label

Budidaya Ikan Bawal

Advertisemen
Ikan Bawal terrmsuk salah Satu komoditi baru di bidang perikanan yang memiliki nilai ekononiis cukup tinggi. Bawal air tawar yang nama latinnya Colossoma macropomum bukanlah ikan asli Indonesia.tetapi didatangkan dari negara Brazil, Amerika Selatan beberapa tahun yang lalu. Untuk membedakannya dengan bawal yang terdapat di laut, bawal asal Brazil ini debut dengan bawal air tawar karena memang seluruh siklus hidupnya berada di air tawar.
Pertama kali masuk ke Indonesia, ikan ini merupakan ikan hias untuk di pelihara di akuarium atau di kolam-kolam taman. Namun karena laju pertumbuhannya sangat cepat dan dapat mencapai ukuran besar, bawal air tawar yang sudah dewasa menjadi kurang pantas dipajang. Karena itu didukung oleh rasa dagingnya enak dan gurih, bawal air tawar kemudian menjadi sangat populer sebagai ikan konsumsi. Penyebaran ikan ini tergolong sangat cepat sehingga dalam waktu singkat sudah banyak petani yang membudidayakannya. Satu hal yang menguntungkan, ikan bawal air tawar merupakan jenis ikan yang tahan terhadap serangan penyakit. Sampai sejauh ini belum terdengar laporan terjadinya kasus serangan penyakit berbahaya terhadap ikan ini.


A. Klasifikasi
Phlyllum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Characiformes
Famili : Charadise
Genus : Colossoma
Species : Colossoma Macropomum
Nama Asing : tambaqui
Nama Lokal : bawal, bawal air tawar

B. Morfologi Ikan Bawal
Bentuk tubuh bawal air tawar agak bulat pipih. Ukuran sisiknya kecil-kecil. Bentuk kepalanya membulat dengan lubang hidung agak besar. Sirip dadanya terletak di bawah tutup insang. Sirip perut dan sirip duburnya terpisah. Bagian ujung siripnya berwarna kuning sampai merah, punggungnya berwarna abu-abu tua, dan perutnya berwarna putih abu-abu dan merah

C. Kebiasaan Hidup Ikan Bawal
Di negara asalnya, Brazil, bawal air tawar merupakan ikan liar yang hidup bebas di sungai. Ikan ini banyak ditemukan di sungai-sungai besar seperti Sungai Amazon dan beberapa anak sungainya, lkan ini hdup secara bergerombol dan menyukai bagian perairan sungai yang berair tenang.

D. Kebiasaan Makan Ikan Bawal
Bawal air tawar termasuk ke dalam kelompok ikan (omnivora), tetapi ada pula yang menyebutkan bahwa ikan ini cenderung menjadi karnivora (pemakan daging). Hal tersebut terlihat dari bentuk giginya yang tajam. Ketika masih kecil, ikan ini menyukai makanan plankton (fitoplankton dan zooplankton) serta tumbuhan air atau dedaunan (herbivora). Namun setelah dewasa, pakan jenis (plankton, dedaunan), ikan ini juga memangsa hewan seperti ikan udang kecil, atau serangga air. Apabila dibudidayakan di kolam, air tawar dapat diberi pakan alami dan pakan tambahan berupa pakan buatan seperti pelet.
Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budi daya air tawar, karena hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang diinginkan. Pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi seimbang, baik protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Untuk itu, pelet yang diberikan sebagai pakan tambahan adalah pelet komersial dengan kandungan protein 30 - 40%.

E. Teknologi Budi Daya Ikan Bawal
Budi daya bawal air tawar banyak berkembang di wilayah Jawa Barat, terutama di daerah Parung, Bogor, dan Sukabumi. Bawal air tawar banyak dipelihara di kolam-kolam budi daya dengan teknik pemeliharaan yang tidak begitu rumit dan umumnya hampir sama dengan teknologi budi daya ikan jenis lainnya.

1. Pembenihan Ikan Bawal
Pembenihan bawal air taWar biasanya dilakukan pada musim hujan dengan rangsangan hormon hypofisa atau ovaprim. Induk bawal air mulai matang gonad setelah berumur 2 - 4 tahun dengan berat tubuh 3 - 4 Kg per ekor. Teknik pembenihan dengan penggunaan hormon tersebut sama seperti yang dilakukan untuk pemijahan ikan jenis lainnya, sehingga mudah diterapkan.
Induk yang akan dipijahkan adalah induk-induk pilihan dengan kondisi yang sehat, cukup umur dan telah matang gonad. tanda-tanda induk betina yang matang gonad dapat di ketahui dapet bentuk perutnya yang buncit dan terasa lunak jika diraba. Untuk induk jantan, dengan jalan memijat perut ke arah anus. Jika sperma keluar saat pemijatan berarti sudah bisa dipijahkan untuk membuahi induk betina.

Sebelum dipijahkan, induk jantan dan betina diberok (dipelihara terpisah) selama 2-3 hari. Setalah itu, penyuntikan induk jantan dan betina dilakukan menggunakan hypofisa atau hormon komersial seperti ovaprim dengan dosis 0,75 ml/kg berat induk. penyuntikan dilakukan dua kali, masing-masing setengah dosis. Selanjutnya induk jantan dan betina dimasukkan ke dalam bak pemijahan untuk memijah secara alami, atau bisa juga pemijahan buatan dengan melakukan stripping (pengurutan telur dan sperma).
Stripping dilakukan dengan mengurut induk jantan dan betina yang sudah disuntik. Pengurutan dilakukan di bagian perut ke arah anus untuk mengeluarkan telur atau sperma. Induk yang diurut terlebih dahulu adalah induk betina. Telur yang terkumpul ditampung ke dalam cawan Setelah itu, induk jantan juga diurut perutnya sampai keluar spermanya. Telur dan sperma tersebut dicampur dan diaduk menggunakan bulu ayam hingga tercampur rata.

Telur yang sudah terbuahi ini, dicuci dengan air bersih dan selanjutnya ditetaskan di dalam corong penetasan atau di dalam bak (akuarium) yang sudah dipersiapkan. Padat tebar telur yang akan ditetaskan dalam corong penetasan 200-250 butir telur/liter air. Dalam waktu 36-48 jam, telur akan menetas. Larva hasil penetasan dipindahkan ke dalam akuarium, bak beton, atau kolam pemeliharaan larva. Larva dipelihara sampai berusia tiga minggu hingga mencapai ukuran panjang tubuh 0,5-1 cm. Padat tebar larva adalah 100-150 ekor/liter air media / pemeliharaan.

2. Pendederan Ikan Bawal
Pendederan dilakukan untuk benih berukuran I cm yang dipelihara selAma I bulan untuk mendapatkan hasil panenan berukuran 3-5 cm. Kolam pendederan bawal air tawar umumnya berukuran sama seperti kolam pendederan ikan jenis lainnya, misalnya 200 atau 400 m2. Sebelum benih ditebar, kolam pendederan harus dipersiapkan terlebih dahulu. Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Langkah awal per-siapan kolam dilakukan dengan mengeringkan kolam sehingga tanah dasarnya benar-benar kering.Tujuan pengeringan tanah dasar sebagai berikut.
  • Membasmi ikan-ikan liar yang bersifat predator atau konnpetitor (penyaing makanan).
  • Mengurangi senyawa-senyawa asam suifida (H2S) dan senyawa beracun lainnya yang terbentuk selama kolam terendam.
  • Memungkinkan terjadinya pertukaran udara (aerasi). di pelataran kolam, sehingga dalam oksigen (O2), mengisi celah-celah dan pori-pori tanah.
Sambil menunggu tanah dasar kolam kering, pematang kolam diperbaiki dan diperkuat untuk menutup kebocoran-kebocoran yang ada. Setelah dasar kolam benar-benar kering, dasar kolam diberi kapur tohor atau dolomit dengan dosis 25 kg/ 100 m2. Pengapuran ini bertujuan meningkatkan pH tanah dan juga untuk membunuh hama maupun patogen yang masih hidup. Setelah itu, kolam diisi air sampai mencapai ketinggian 50 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan pakan alami berupa plankton.

Untuk menghindari kematian yang tinggi akibat stres saat penebaran, benih yang akan ditebar di kolam pendederan perlu diadaptasikan terlebih dahulu. Caranya, masukkan benih ke dalam plastik tertutup rapat, lalu tenggelamkan plastik di dalam kolam. Biarkan sampai plastik mengembun, pertanda suhu air di dalam plastik dan suhu air kolam sudah sama. Setelah itu, plastik dibuka dan dimasukkan air kolam sedikit demi sedikit. Selanjutnya, benih dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan. Selama pendederan, benih diberi pakan buatan berupa pelet. Dosisnya 3-5% berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara).

3. Pembesaran Ikan Bawal
Pembesaran bawal air tawar dilakukan terhadap benih hasil panen dari kolam pendederan. Selain di kolam budi daya, pembesaran bavval air tawar juga banyak dilakukan di karamba jaring apung (KJA) yang ditempatkan di waduk atau danau.Teknik pemeliharaan bisa dilakukan secara monokultur atau polikultur (pemeliharaan campuran) dengan ikan nila.
Kolam untuk pembesaran ikan bawal air tawar berukuran sekitar 500 m2. Kolam bisa berupa kolam tanah atau kolam tanah dengan pematang tembok atau beton. Ada baiknya, kolam pembesaran dipupuk terlebih dahulu untuk menumbuhkan pakan alami. Pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk kandang dengan dosis 25-50 kg/ 100 dan TSP 3 kg/100 m2.Setelah dipupuk, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari. Setelah itu, air kolam ditambah sedikit demi sedikit hingga mencapai ketinggian 40 - 60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80 - 120 cm, tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru benih ikan ditebar (biasanya 7— 10 hari setelah pemupukan).

Proses pembesaran di dalam KJA pada prinsipnya sama dengan pemeliharaan ikan jenis lainnya. Satu hal yang harus diperhatikan adalah ukuran mata jaring yang digunakan harus lebih kecil dibandingkan dengan ukuran tubuh bawal air tawar yang akan ditebar.Tujuannya agar ikan bawal air tawar tidak mudah lolos ke luar dari KJA.
Selama pemeliharaan, benih diberi pakan buatan berupa pelet sebanyak 3 - 5% berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dilakukan dengan cara ditebar secara langsung pada pagi, siang, dan sore hari. Setelah tiga bulan dipelihara, berat tubuh bawal air tawar bisa mencapai satu kilogram (berat saat tebar 100 gram). Secara total, masa pemeliharaannya di kolam budidaya dilakukan selama 6-8 bulan, sedangkan masa pemeliharaan di KJA dilakukan selama 7 bulan hingga mencapai ukuran konsumsi.

F. Peluang Pasar Ikan Bawal
Bawal air tawar merupakan jenis ikan introduksi yang cepat mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. Ikan ini banyak dijadikan sasaran dalam kegiatan memancing di kolam-kolam air tawar, sehingga pasar benih bawal air tawar banyak diserap oleh pengusaha kolam pemancingan. Sementara itu, bawal air tawar ukuran konsumsi umumnya dijual ke restoran atau rumah makan yang menyajikan menu bawal bakar atau bawal goreng. Rasa dan tekstur dagingnya yang khas membuat ikan ini menjadi pengganti bawal laut yang sulit didapat dan berharga jual lebih mahal. ( Nur Aliah 01 Februari 2018 )
Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2017 Rajin Membaca - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger