Globalisasi Dalam Masyarakat

Advertisement
Your Ads Here
Globalisasi berasal dari kata global, sedangkan kata global berasal dari kata globe. Apakah kamu tahu tentang Globe ? Yaitu suatu bola dunia mini yang memuat semua daerah di bumi, Dengan demikian, makna kata globalisasi adalah segala sesuatu yang bersifat mendunia.
Dewasa ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan jarak daerah satu ke daerah lain semakin dekat. Bahkan, sering dikatakan bahwa semua makhluk hidup di bumi ini hidup dalam satu desa yang disebut perkampungan global (global village) akibat mudahnya arus informasi dari satu negara ke negara lain sehingga dirasakan tidak ada batas antar negara-negara. Misalnya, pertandingan sepak bola Copa America yang di lakukan di Lima, Peru dapat dinikmati langsung oleh penonton di Jakarta meskipun kota Lima berada pada belahan bumi yang berbeda dengan Kota Jakarta.


Globalisasi Dalam Masyarakat
Globalisasi dalam masyarakat terlihat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat yang meliputi ekonomi, teknologi, sosial, politik, dan budaya. Dalam bidang ekonomi dapat di amati dari banyaknya bermunculan Bank, Toko Swalayan, Mall, atau ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Transaksi pembelian barang dibeberapa toko dapat menggunakan kartu kredit atau cek tanpa paerlu menyediakan uang tunai. Begitu juga jika suatu ketika kita memerlukan uang tunai, kita sebagai nasabah sebuah bank dapat mengambil uang setiap saat di ATM. Sistem pembelian barang juga dapat diangsur melalui jasa kredit, seperti penyedia rumah masyarakat melalui KPR BTN (singkatan dari Kredit Perumahan Rakyat Bank Tabungan Negara).

Dalam bidang sosial dapat diamati dari ketersediaan aneka jenis makanan yang berasal dari beberapa negara, seperti spaghetti dan pizza dari Italia, beef burger dari Amerika Serikat, tomyam dari Thailand, atau tempura dari Jepang, ketersediaan aneka jenis pakaian , ketersediaan beragam alat transportasi, dan ketersediaan beragam model rumah yang di perjual belikan.

Dalam bidang politik juga terlihat semakin maraknya tuntutan pemerintahan yang demokratis dan transparan (keterbukaan). Pemerintah RI Menyikapi tuntutan ini dengan menetapkan kebijakan otonomi daerah melalui pemberlakuan Undang-undang nomorr 22 tahun 1999. Selain itu, kelompok LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang menyuarakan hak asasi masyarakat (HAM) dan kepedulian lingkungan semakin meningkat dari waktu ke waktu. Begitu juga, globalisasi dalam bidang budaya terlihat dari munculnya aneka kesenian dari mancanegara di Indonesia, seperti orkestra dari daratan Eropa, barongsai dari daratan Cina, dan film barat dari Amerika Serikat atau beberapa negara Eropa.

Perubahan Perilaku Masyarakat Sebagai Dampak Globalisasi
Dewasa ini banyak terlihat perubahan dalam masyarakat sebagai dampak dan pengaruh globalisasi. Salah satunya perubahan gaya hidup. Dulu, orang lebih senang makan siang dan makan malam dirumah. Sekarang, beberapa keluarga mulai menikmati makan siang dan makan malam pada restoran cepat saji yang menghidangkan menu ayam goreng tepung yang berasal dari Amerika, Spaghetti dan Pizza (makanan mi berasal dari Italia), atau aneka ragam makanan khas restoran Jepang.
Dari jenis pakaian, masyarakat mulai menyenangi pakaian yang lazim dikenakan masyarakat luar. Ada blue jeans, jas, atau baju T-Shirt. Pakaian jenis ini biasa dikenakan oleh orang-orang Eropa dan Amerika. Misalnya, dulu celana blue jeans biasa digunakan pekerja tambang di Amerika dan sejumlah negara Barat. Akan tetapi, sekarang celana blue jeans sering dikenakan muda-mudi untuk pakaian santai yang modis. Meraka yang senang memakai celana blue jeans tersebar diseluruh dunia, termasuk Indonesia

Bukti Globalisasi Dalam Masyarakat
Ada beberapa bukti globalisasi dalam masyarakat yang dapat kita amati. Misalnya, beredar dan digunakannya aneka ragam produk teknologi yang ada di mancanegara, acara TV dengan bermacam jenis siaran langsung dari negara luar, berkembang pesatnya teknologi komunikasi dan informasi, seperti handphone, komputer, dan internet, serta mudah dan cepat masuknya budaya dan kebiasaan luar ke Indonesia.
Dewasa ini, dengan maraknya perkembangan teknologi, masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kota sangat tergantung dengan barang teknologi. Ibu rumah tangga membutuhkan aneka peralatan rumah, seperti kompor gas, mesin cuci, setrika listrik, atau TV. Pabrik-pabrik membutuhkan mesin-mesin canggih yang hemat bahan bakar, tetapi mampu menghasilkan produk yang cepat dan berkualitas, ketersediaan komputer sebagai alat bantu disekolah dan kantor-kantor merupakan kebutuhan mutlak. Begitu juga, ketersediaan alat transportasi yang cepat dan nyaman seperti bus kota, kereta api, atau pesawat udara sudah merupakan keharusan.

Dengan demikian, saat ini arus peredaran barang dan pertukaran informasi dari mancanegara sangat cepat, Sebagai manusia, masyarakat Indonesia seperti juga masyarakat negara lainnya, mudah meniru segala sesuatu yang berasal dari luar. Oleh karena itu, masyarakat kita khususnya kehidupan muda-mudi, banyak yang mencontoh model pakaian atau jenis makanan yang biasa digunakan dan dikonsumsi masyarakat luar. Bagaimana kita harus menyikapi arus globalisasi yang begitu cepat? Untuk itu kita perlu menyaring hal-hal yang baik dan tidak baik. Kita sadari bahwa tidak semua hal yang dari luar itu jelek. Dan begitu juga sebaliknya tidak semua yang dari luar itu baik.
Advertisement
Your Ads Here

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon